Alih Fungsi Lahan! Biang Kerok Dahsyatnya Longsor di Pasirlangu
1 min read

Alih Fungsi Lahan! Biang Kerok Dahsyatnya Longsor di Pasirlangu

Bandung Barat (WGNEWS) – Longsor dahsyat terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah dan merenggut puluhan nyawa, dengan sekitar 80 warga dilaporkan hilang. Hingga hari keenam pencarian pada Kamis, 29 Januari 2026, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 55 kantong jenazah, meninggalkan sekitar 25 korban yang masih dicari.

Faktor Penyebab Longsor di Pasirlangu

Longsor yang melanda Pasirlangu dipicu oleh alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Perubahan penggunaan lahan dari kawasan hijau menjadi pemukiman dan aktivitas lainnya telah melemahkan struktur tanah, sehingga mudah tergelincir saat curah hujan tinggi. Alih fungsi lahan ini seringkali dilakukan tanpa kajian lingkungan yang memadai, memperparah risiko bencana.

Dampak Longsor bagi Masyarakat Pasirlangu

Musibah ini menyebabkan kerusakan pada 48 rumah di tiga kampung terdampak: Kampung Pasirkuning, Kampung Pasirkuda, dan Kampung Babakan Cibudah. Dampak terparah tidak hanya kerusakan fisik tetapi juga kehilangan jiwa dan trauma mendalam bagi warga. Bencana ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Upaya Evakuasi dan Bantuan Darurat

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban, walaupun medan sulit dan cuaca terkadang menghambat. Proses evakuasi berfokus pada penyelamatan korban hilang dan penanganan jenazah dengan penuh kehati-hatian. Bantuan logistik dan medis segera dikerahkan untuk membantu korban dan warga terdampak.

Pentingnya Pengelolaan Lahan yang Berkelanjutan

Pengelolaan lahan dan konservasi lingkungan menjadi kunci untuk mencegah bencana longsor. Alih fungsi lahan harus didasarkan pada kajian lingkungan yang matang dan melibatkan masyarakat serta pihak berwenang. Menjaga kawasan konservasi dan hutan lindung dapat mengurangi risiko tanah longsor, sebagaimana diulas pada artikel Wikipedia tentang Longsor.

Lebih lanjut, terkait pengelolaan bencana dan upaya mitigasinya, pembaca dapat mempelajari artikel kami sebelumnya tentang Terjangan Banjir dan Longsor di Sumatera untuk konteks yang lebih luas.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan penggunaan lahan harus seimbang dengan kelestarian alam untuk menghindari tragedi serupa di masa depan.

Sumber: WGNEWS, YouTube Channel resmi Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *