Penyandang arogansi & keangkuhan meruntuhkan dirinya sendiri hingga tak berdaya,
Keangkuhan bukanlah kekuatan, melainkan kelemahan yg terselubung. Ia seperti racun yg menggerogoti dari dalam. Awalnya, ia memberikan ilusi kekuatan & superioritas. Orang yg jumawa merasa lebih baik dari yg lain, lebih pintar, & tidak pernah salah. Mereka menganggap remeh saran, kritik, atau bahkan bantuan dari orang lain.
Sikap ini pada akhirnya menciptakan mereka terisolasi. Mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dari pengalaman orang lain, karena mereka merasa tidak perlu. Mereka sulit membangun hubungan yg tulus, karena hubungan yg mereka cari hanyalah pengakuan & pujian. Lingkaran pertemanan mereka pun menyusut, cuma menyisakan orang-orang yg mau menyanjung, yg seringkali tidak tulus.
Tembok yg Mengisolasi
Arogansi membangun tembok yg kokoh di sekeliling seseorang. Tembok ini melindungi mereka dari “ancaman” kritik & kenyataan bahwa mereka juga dapat salah. Namun, tembok ini juga memenjarakan mereka.
Saat menghadapi kegagalan, orang yg sombong akan kesulitan bangkit. Mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa mereka mungkin mengerjakan kesalahan. Alih-alih introspeksi & mencari solusi, mereka akan menyalahkan orang lain, keadaan, atau bahkan nasib. Sikap ini menghalangi mereka untuk memperbaiki diri. Mereka terus mengulangi kesalahan yg sama, karena mereka tidak mau melihatnya sebagai kesalahan.
Dalam pekerjaan, orang yg sombong sulit berkembang. Mereka tidak dapat bekerja sama dalam regu karena mereka sering harap mendominasi. Ide-ide mereka harus sering yg terbaik, & mereka enggan mendengarkan masukan. Akibatnya, mereka sering gagal mencapai potensi terbaik mereka, karena kolaborasi adalah kunci keberhasilan di banyak bidang.
Kejatuhan yg Tidak Terhindarkan
Pada akhirnya, kejatuhan orang yg sombong hampir tak terhindarkan. Mereka mungkin sukses di awal, namun kesuksesan itu seringkali rapuh. Saat badai datangseperti kegagalan proyek, kehilangan pekerjaan, atau masalah dalam hubunganmereka tidak memiliki jaringan dukungan. Mereka sendirian, karena mereka sudah mengusir orang-orang yg peduli dengan sikap mereka.
Kejatuhan ini mungkin tidak sering terlihat dalam bentuk kegagalan finansial. Bisa jadi, kejatuhan itu adalah kehampaan emosional, perasaan terisolasi, & penyesalan yg mendalam. Mereka kehilangan kepercayaan orang lain, kehormatan, & yg terpenting, kedamaian dalam hati.
Di sisi lain, orang yg rendah hati akan terus belajar & berkembang. Mereka tidak takut mengakui kesalahan & meminta bantuan. Mereka membangun jembatan, bukan tembok. Itulah mengapa mereka jauh lebih kuat & lebih tangguh saat menghadapi tantangan hidup. Keangkuhan mungkin terlihat gagah di permukaan, tetapi kerendahan hati adalah kekuatan sejati yg menopang seseorang dari dalam.