Purbaya Minta Waktu Satu Tahun ke Prabowo Benahi Citra dan Kinerja Bea Cukai
Purbaya Minta Waktu Satu Tahun ke Prabowo Benahi Citra dan Kinerja Bea Cukai
Jakarta (WGNEWS) 0 November 2025 0 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permohonan waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto guna membenahi citra dan kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang sedang mengalami tantangan serius. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).
Latar Belakang Krisis Citra dan Kinerja DJBC
Citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) belakangan ini terpuruk akibat sejumlah kasus serius yang melibatkan oknum pegawainya. Dampak dari kasus-kasus tersebut tidak hanya dirasakan di tingkat masyarakat dan media, tetapi juga sampai ke pimpinan tertinggi negara Republik Indonesia. Hal ini menimbulkan tekanan besar untuk segera melakukan perbaikan agar otoritas bea cukai dapat kembali menjalankan fungsinya dengan kredibilitas yang baik.
Permintaan Waktu Perbaikan dari Menteri Keuangan
Purbaya menegaskan bahwa ia telah mengajukan permintaan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto agar diberikan waktu selama satu tahun tanpa gangguan untuk fokus membenahi Bea Cukai. Ia menyatakan bahwa perbaikan citra bea cukai menjadi prioritas utama demi mengembalikan kepercayaan publik dan institusi terkait.
“Saya bilang begini, image bea cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan yang tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius. Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu Presiden, satu tahun untuk tidak diganggu dulu. Biarkan saya bereskan, (berikan) waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai,” ujar Purbaya.
Ancaman Pembubaran dan Penggantian Dengan Pihak Eksternal
Menteri Keuangan juga menyoroti risiko berat yang mengancam keberadaan DJBC jika perbaikan kinerja tidak segera terwujud. Ia mengingatkan bahwa kegagalan dalam memperbaiki citra dan pelayanan dapat berujung pada pembubaran DJBC dan penggantian tugasnya kepada pihak eksternal, seperti contoh masa lalu dengan Société Générale de Surveillance (SGS).
“Kalau kita Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibuka diganti dengan SGS (Société Générale de Surveillance). Seperti zaman dulu lagi. Jadi sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi,” pungkasnya.
Upaya Perbaikan dan Harapan Memperkuat Peran Bea Cukai
Perbaikan kinerja bea cukai tidak hanya penting bagi citra institusi, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap penerimaan negara serta pengawasan perdagangan internasional. Optimisme diungkapkan oleh Purbaya bahwa dengan dukungan Presiden dan seluruh elemen terkait, DJBC dapat keluar dari masa sulit ini dan kembali menjadi pilar penting dalam tata kelola ekonomi nasional.
Untuk mengetahui langkah perbaikan terdahulu dan kondisi terkini terkait pengawasan serta reformasi DJBC, pembaca dapat melihat artikel terkait di WGNews tentang pertemuan penting Purbaya.
Sebagai catatan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan lembaga penting di bawah Kementerian Keuangan yang berperan dalam pengaturan serta pengawasan barang impor dan ekspor di Indonesia. Perannya sangat krusial baik dalam sisi fiskal maupun regulasi perdagangan. Informasi lebih dalam tentang DJBC bisa dibaca melalui halaman resmi Wikipedia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia.
Ke depan, pengawasan terhadap kinerja dan transparansi DJBC akan menjadi tolok ukur utama dalam menilai berhasil tidaknya proses reformasi yang tengah dijalankan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran terkait.
Dengan memberikan waktu satu tahun sebagaimana permintaan Purbaya, diharapkan DJBC mampu memperbaiki citra dan performa secara menyeluruh tanpa intervensi yang menghambat proses tersebut.
Sumber: WGNEWS, YouTube Channel resmi IDX CHANNEL
