Negeri yg Sakit, Rakyat yg Bangkit
Halo, hari ini bahasannya agak beda ya. Kalau saya biasanya sharing-sharing hal-hal ringan seputar kucing & film, kali ini saya mau sharing kekecewaan yg luar biasa kepada kejadian selama beberapa hari terakhir.
Banyak sekali informasi menyedihkan yg saya tangkap ketika membuka sosial media. Mulai dari korupsi dana haji, kasus keracunan MBG yg tidak segera usai, korupsi kepada biskuit bayi (biskuit bayi hingga dikorupsi, saya tidak paham lagi kemana perginya hati nurani mereka), dan yg terakhir adalah kasus demo yg terjadi sejak tanggal 25 Agustus kemarin.
Belum selesai seremoni hari kemerdekaan dilaksanakan bulan ini, mereka yg ada diatas sana tidak henti-hentinya memancing kemarahan hingga terjadi demonstrasi besar-besaran. Dari mahasiswa, buruh, hingga berbagai anggota organisasi di seluruh Indonesia turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi yg selama ini dibungkam.
Padahal itu hak mereka lho, tetapi kok dapat-dapatnya para aparat dengan tidak punya hati malah pasang badan & menyerang. Dengan apa? Dengan serentetan alat yg semuanya dibeli pakai uang rakyat.
Ketika Puan bilang Pintu DPR terbuka lebar, nyatanya dihadang. Ketika polisi tidak cukup meredam, ditambahkan-lah oli di pagar. Itu namanya bukan terbuka lebar Mbak Puan, tetapi mengusir hama.
Gongnya adalah kematian Affan Kurniawan yg dengan bengisnya ditabrak oleh mobil Brimob. Banyak video yg beredar, & dari video itu pun kita dapat menilai bahwa mereka masih punya cukup waktu untuk mengerem. Kalau orang normal akan memilih berhenti atas dasar kemanusiaan, tetapi mereka justru memilih maju menghilangkan sisa-sira asa hidup yg mungkin masih dapat diselamatkan.
Sakit!
Mungkin ada satu orang tumbang, namun percayalah bahwa akan ada ribuan orang yg tumbuh & terbakar semangatnya untuk melawan karena kejadian kemarin.
Entah kapan, tetapi saya berharap negara kita dapat segera sehat kembali.
#MaafNyerocosLagiEmosi